Tapi juga biaya untuk mempertahankan gaya hidup yang selama ini kita anggap normal.
Percakapan soal nilai tukar memang ramai. Tapi yang diam-diam ikut naik adalah biaya untuk mempertahankan gaya hidup yang selama ini kita anggap normal.
Dari kopi harian, langganan, hingga hobi yang menemani akhir pekan—semuanya bergeser sedikit demi sedikit, sampai kita menyadari standar 'cukup' sudah berubah.
Inflasi yang paling terasa bukan di angka, melainkan di kebiasaan yang terpaksa kita negosiasi ulang.
Mungkin ini saatnya bertanya: mana bagian dari gaya hidup yang benar-benar memberi makna, dan mana yang sekadar kebiasaan yang kita warisi dari algoritma?
Filed Under
Share This Story

